Orang bilang aku
kuat, tabah, ceria, riang, jahil, sehat, dll. mereka nggak tahu bahwa semua
anggapan itu salah karena aku tahu kekuatan yang aku punya. Aku gak sekuat
orang bilang. Aku lemah pada suatu godaan dengan mudah apalagi jika hasilnya
instan. Memang semua orang seperti itu tapi aku dengan mudah jatuh ke lubang
yang sama. Aku sampai bertanya – tanya betapa bodohnya aku ini hingga cukup
sering aku melakukannya.
Banyak orang
bilang aku tabah. Seandainya mereka tahu bahwa sering aku menangis sendirian
ketika tidak ada orang disekitarku. Banyak masalah yang aku pendamsampai
bertahun – tahun hingga nggak da orang yang tahu. Mengendap di hati dan pikiran
dan membuatku cenderung introvert. Aku bisa jadi pendengar yang baik tapi aku
sulit jadi pembicara ddan mengungkapkan apa yang ada di pikiranku dengan baik.
Aku jarang menceritakan masalahku dengan orang lain. Aku cenderung diam kalo
ada sesuatu yang mengganggu pikirinku. Seperti temanku pernah ngomong saat kami
naik motor ke Semarang. Masalah datang dan aku hanya diam sedangkan dia merutuk
sepanjang jalan. Aku lebih suka menulis dan menyimpannya. Hanya aku yang tahu
isi hatiku sebenarnya.
Aku bukan tipe
pekerja, aku lebih cenderung tipe pemikir. Aku lebih suka bekerja di belakang
layar daripada berada di depan dan menerima atensi. Sulit bagiku menghadapi
tekanan. Lebih indah menurutku bekerja di belakang layar seperti tim sukses
pemilihan calon presiden. Ibarat aku lebih suka menjadi manajer daripada artis.
Ahhhh, aku ingin mencapai cita – citaku. Bisakah aku sekolah sesuai
keinginanku? Kelak aku gak akan mengekang anakku. Aku akan berusaha sekeras
mungkin agar dia menjadisukses dan menjadi apa yang dia inginkan dan dia tidak
akan menyesali pilihannya.
Aku riang?
Tertawa saja aku mendengarnya. Aku memang mudah tertawa tapi bisa saja tiba –
tiba aku merubah moodku tanpa peringatan. Setiap ada masalah aku cenderung
murung dan diam, sedikit senyum dan lebih biasa cuek dengan keadaan sekitarku.
Jarang aku menyadari ada orang yang menyindirku. Aku bahkan sering tidak tidak
tahu ada orang yang mengkhianatiku. Sungguh aku orang yang sangat tidak pantas
untuk orang lain. Aku bahkan terlalu buruk untuk diriku sendiri.
Aku yang ceria.
Gak semudah itu dengan semua beban berat di kepalamu. Nasib keluarga yang bergantung
di pundakmu, ayah yang hanya bisa murka mendengar pendapat orang lain dan
selalu membuat masalah dimanapun dia berada, ibu yang memang telah letih
menanggung amarah ayah selama berpuluh-puluh tahun dan hanya bisa pasrah, kakak
yang memiliki kekurangan hingga sering dipandang kurang mampu oleh sebagian
orang, kakak laki-laki satu-satunya yang telah dipanggil terlebih dahulu dan
anak terakhir yang harus merasakan air mendidih berada ditubuhnya. Apalagi yang
bisa aku lakukan selain menjadi anak yang ceria? “Pandang dari sisi positif.”
Itulah yang sering orang katakan. “Ambil hikmahnya.” Mengatakannya memang mudah
tapi penerapannya sangat sulit. Aku tidak direncanakan hadir di dunia ini. Aku
ada karena kakak tertua diambil terlebih dahulu karena kecelakaan. Apa yang
selama ini aku lakukan kadang kurang baik dimata orang tuaku. Aku merasa memang
sulit mencari perhatian mereka. Aku pernah jadi cewek liar dengan sering main
malam. Namun, cara itu salah. Aku hanya akan dapat cibiran dari orang. Demi
keluarga aku sudah rela melepas mimpiku bersama anak-anak spesial itu dengan
keinginan orang tuaku. “Orang tua tidak akan menjerumuskan anaknya.” Dengan
pertimbangan ini aku ambil keputusan dan aku pilih jalan ini. Apa yang bisa aku
lakukan selain tampil ceria setelahnya?
Sepertinya orang
sepertiku memang terlalu buruk untuk orang lain. Aku gak selayaknya bersama
orang yang baik seperti kalian. Kalian memberikan hal – hal yang sepantasnya
gak aku terima. Aku terlalu buruk untuk kalian. Pernah orang tua temanku bilang
ke ibuku kalo aku membawa pengaruh buruk untuk anaknya. Aku gak ingin kalian
seperti itu. Kata orang itu, “kenakalan bisa menular” sungguh buat aku sakit
hati saat itu. Maaf kalo aku memang memberimu pengaruh buruk tapi sesungguhnya
aku sudah tahu hatimu yang sebenarnya. Untung saja sekarang kau telah pergi
dari kehidupanku. Setidaknya aku memang pantas hidup sendiri dan menderita.
Penderitaan ibarat sahabat sejatiku. Menemaniku selama ini. Hidup selama 19
tahun dengan semua hal yang telah aku lalui.
RHANYIE DEANNA
TEAQUE
SHIN HYERA
080312

Tidak ada komentar:
Posting Komentar